Jumat, 12 Desember 2014

oil water separator (OWS)



KATA PENGANTAR

            Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Kuasa sehingga penulis dapat menyelesaikan  karya tulis ini dengan baik. Dan Dengan didorong oleh keinginan yang luhur dalam menyumbangkan pikiran dalam proses pengembangan dunia pendidikan, terutama dalam Mata kuliah Teknik permesinan kapal ini penulis mendapat kesempatan dalam mengerjakan tugas-tugas dengan baik dan bermanfaat khususnya bagi penulis sendiri dan Umumnya bagi pembaca serta kita semua.
Karya tulis ini ditulis secara sederhana agar dapat dengan mudah dipahami oleh pembaca sehingga tujuan pemahaman dapat tercapai dengan baik. Disamping itu penulis ini didasarkan atas pustaka yang ada dan diambil dari berbagai referansi yang dipunya dan didapatkan oleh penulis dari berbagai buku maupun medi-media sosial dan dunia maya.
Penulis menyadari bahwa karya tulis ini jauh dari kesempurnaan. Mengingat keterbatasan waktu dan kemampuan yang dimiliki oleh penulis, kritik dan saran dari semua pihak sangat diharapkan guna memberikan masukkan dalam penyempurnaan karya tulis ini. Karya tulis ini mengulas tentang  alat pemisah kandungan minyak (oil water separator) dan sistem –sistem yang  ada dalam  alat  tersebut.
Pada kesempatan ini penulis juga  mengucapkan terima kasih kepada Dosen pengajar yang telah memberikan penulis tugas sehingga peulis bisa membuat karya tulis ini dan mempelajarinya  dengan  baik  dan  menambah  pengetahuan  penulis,  semoga bermanfaat bagi  kita  semua  amien.....





DAFTAR ISI

1.       cover              .................................................................................................... 1
2.      Kata pengantar       ............................................................................................  2
3.      Pendahuluan       ...............................................................................................   3
4.      Pembahasan      .................................................................................................   4
5.      Pengertan alat pemisah air berminya/ OWS ....................................................   4
6.      Sistem filter air dan sistem alaram    ................................................................   6
7.      Alat  pembakar  minyak  kotor / incenerstor  ...................................................  10
8.      Penutup      .......................................................................................................   11
9.      Daftar pustaka    ...............................................................................................  12










BAB 1
PENDAHULUAN

             Dengan perkembangan dunia maritime yang semakin maju dan bertambahnya jumlah kapal maka akan sangat mempengaruhi tingkat pencemaran laut, akibat limbah-limbah yang dibuang dari kapal, terutama limbah yang mengandung minyak. Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap kapal pasti menghasilkan air got terutama di kamar mesin. Air got pada akhirnya akan di buang ke laut namun harus diperhatikan agar tidak terjadi pencemaran laut akibat dari pembuangan limbah tersebut.
Bertitik tolak pada masa-masa sebelumnya telah diadakan konvensi-konvensi misalnya pada awal tahun 1970 di Paris yang dikenal dengan nama Paris Convention, pada awal Oktober 1971 di Oslo diadakan persetujuan yang mengenai Prevention of Marine Pollution By Dumping for Ship and Craft, dan tahun 1973 telah dikeluarkan ketentuan mengenai minyak kotoran dan sampah yang diperbolehkan dibuang kelaut yang yang lebih dikenal dengan nama MARPOL 1973 serta pada tanggal 15 Juli 1977 di New York telah ditetapkan konferensi masalah lingkungan hidup.
Salah satu Organisasi di dunia yaitu IMO telah menetapkan peraturan-peraturan yang berkenaan dengan prosedur dan tatacara pembuangan limbah kapal berikut sangsi-sangsi bagi kapal yang melanggar sehingga untuk mendukung dan melaksanakan peraturan yang telah ditetapkan tersebut dan mencegah sangsi yang dapat diberikan pada kapal yang melanggar dimana akan membawa kerugian bagi kapal dan perusahaan pelayaran, maka sekarang ini pada setiap kapal telah dilengkapi dengan peralatan atau pesawat yang dapat membersihkan air got dari kandungan minyak oily water separator (OWS) sehingga pada saat di buang ke laut tidak menimbulkan pencemaran.



BAB II
PEMBAHASAN
OIL WATER SEPARATOR (OWS)
Oil Water Separator atau sering disebut sebagai OWS adalah sebuah alat yang berfungsi memisahkan cairan, dalam hal ini cairan yang dimaksud adalah air dan minyak, yang mana berat jenis air lebih besar dari pada berat jenis minyak sehingga saat proses pemisahan terjadi, air akan berada di bagian bawah dan minyak akan berada dibagian atas. Prinsip kerja pemisahan oil water separator dilakukan dengan cara mengubah kecepatan dan arah cairan dari sumur (well), sehingga cairan tersebut dapat terpisah. Adapun fungsi dari Oil Water Separator adalah digunakan untuk penanganan air yang berasal dari bilga dimana air tersebut masih bercampur dengan minyak dan harus dipisahkan sebelum dibuang kelaut.Selai itu Oil Water Separator menggunakan Hukum Stokes untuk mendefinisikan kecepatan terapungnya sebuah benda/partikel berdasarkan berat jenis dan ukurannya.Dalam hal ini.minyak akan terakumulasi keatas permukaan air.
Diatas kapal Oil Water Separator digunakan supaya air yang keluar dari kapal tidak bercampur minyak sehingga tidak mencemari lingkung.
Sistem terpenting dalam menjaga kemurnian dan bersihnya fluida dari kandungan air dan kotoran debu atau partikel lainnya...
                 
Gambar 1 oil water separator.
SISTIM FILTER AIR

Prinsip Kerja Oily Water Separator
                        

Gambar 2 prinsip kerja oil water separator

Prinsip dasar dan cara keria OWS vaitu pemisahannya berdasarkan berat jenis dari unsur – unsur yang terkandung di dalam air got yang di proses. Dirnana unsure yang memiliki berat jenis paling besar (lumpur) akan berada paling bawah dan keluar lewat sludge out, kemudian air yang berat jenis lebih berat dari minyak dan lebih ringan dari lumpur akan berada dibawah minyak di ruang pemisah. Sehingga minyak yang berada dipermukaan akan dialirkan ke Waste Oil Tank, sedangkan air yang telah melalui proses penyaringan yang kedua akan keluar dari OWS dengan tingkat kandungan dibawah 15 ppm.
            1St  Chamber (Tabung Pemisahan Pertama)
Air yang bercampur dengan minyak, melewati plat-plat pemisah primer (primary separating plates), minyak dan lumpur akan melekat pada plat selanjutnya terus keatas melalui plat-plat sekunder (secondary separating plats). Kandungan minyak dan lumpur yang masih ikut akan akan menempel pada plat ini. Setelah melalui primary dan secondary plates , air got akan mengalir terus ke bagian atas tabung, kandungan minyak yang terbawa akan terkumpul pada bagian atas tabung (oil Collecting Tank) dan air got akan mengalir ke bawah Tabung. Minyak yang terkumpul pada oil collecting chamber akan di salurkan ke sludge tank melalui solenoid valve.
2nd and 3rd Chamber (Tabung pemisah kedua dan ketiga)
            Air got dari 1st chamber masuk melalui bagian bawah pada tabung kedua. Setelah masuk air got melalui coalescer untuk penyaringan sisa-sisa minyak, selanjutnya mengalir kebagia atas tabung. Sisa-sisa kandungan minyak akan terkumpul pada bagian atas tabung (oil collecting chamber) lalu mengalir ke sludge tank dengan membuka valve, sedangkan air got akan mengalir ke bagian bawah tabung 3rd chamber. Adapun proses pada tabung ketiga sama dengan proses pemisahan yang terjadi pada proses ka dua.
Jadi prinsip pemisahannya ialah berdasarkan dari berat jenis masing-masing, yang mana berat jenis minyak lebih ringan daripada berat jenis air sehingga minyak akan terapung di atas permukaan air.
CaraKerja Oily Water Separator
v 1 st Separating Chamber
Pada tabung pertama, bila kandungan minyak yang terdapat dalam tabung sudah banyak, maka oily water sensor akan mengirim sinyal ke monitoring yang terletak pada samping tabung. Setelah menerima sinyal dari oily water separator maka monitoring unit akan mengirim/mengaktipkan solenoid valve sehingga katup akan terbuka, dan minyak yang terkumpul pada oil collecting chamber akan mengalir ke sludge tank. Pada saat yang bersamaan lampu indicator yang berwarna merah akan menyala dan lampu indicator yang berwarna hijau akan mati.
Bila kandungan minyak sudah kecil, maka oily water sensor akan menghentikan pengiriman sinyal ke monitoring lalu monitoring akan me-non aktifkan solenoid valve, sehingga katup kembali tertutup. Pada saat itu juga, lampu hijau (lampu indicator) akan menyala, dan lampu indicator berwarna merah akan mati, berarti air got sudah memenuhi syarat untuk di buang ke laut.
V2and 3rd separating chamber
Untuk tabung kedua dan ketiga, tidak terdapat monitoring. Jadi bila pada tabung kedua kandungan minyak yang ikut dengan air got terlalu banyak, maka oily water sensor akan mengirim sinyal ke lampu indicator sehingga lampu itu menyala dan sekaligus mengaktifkan sistem alarm.

prinsip penseparasian
Pada dasarnya prinsip penseparasian pada (OWS)  ada 2 jenis yaitu:
1. Penseparasian Gravitasi, dan
2. Penseparasian Sentrifugal.



Dasar teori separator Sentrifugal
Operasi pemisahan partikel berdasarkan kesesuainnya, misalnya dalam hal ini partikel padatan dengan partikel padatan, partikel air dengan partikel air, partikel minyak dengan minyak.

Bagian-bagian Separator Sentrifugal
         
         
PEMBAKARAN
Membakar  minyak  di  laut  lepas  umumnya  kurang  berhasil,  karena  minyak  ringan yang terkandung telah menguap secara cepat. Selain itu panas dari api akan diserap oleh air laut sehingga pembakaran tidak akan efektif.
Masalah  pencemaran  di  laut  tidak  akan  ada  habisnya  selama  manusia  masih melakukan aktivitas atau  kegiatan  produksi  di  laut  seperti  menangkap  ikan  dengan menggunakan  mesin,  membuang  air  bilge,   pengeboran  lepas  pantai,  dan pembuangan minyak serta membuang bahan-bahan berbahaya yang seenaknya tanpa menghiraukan  faktor  lingkungan,  jadi  untuk  menjaga  keindahan  laut  serta keanekaragaman biotanya  yang merupakan sumber daya alam diperlukan kesadaran dari kita akan kelestarian alam.













Bab V
Penutup

Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa oil warer separator  adalah sebuah alat yang berfungsi memisahkan cairan, dalam hal ini cairan yang dimaksud adalah air dan minyak, yang mana berat jenis air lebih besar dari pada berat jenis minyak sehingga saat proses pemisahan terjadi, air akan berada di bagian bawah dan minyak akan berada dibagian atas. Prinsip kerja pemisahan oil water separator dilakukan dengan cara mengubah kecepatan dan arah cairan dari sumur (well), sehingga cairan tersebut dapat terpisah.
Ada pun pada dasarnya prinsip penseparasian pada (OWS)  ada 2 jenis yaitu:
1. Penseparasian Gravitasi, dan
2. Penseparasian Sentrifugal.
 Saran
Mengingat masih adanya kekurangan dan kesalahan dalam penulisan makalah ini maka kami memberikan sedikit saran sebagai bahan pertimbangan dan perbaikan untuk penulisan selanjutnya, antara lain:
Ø  Kurangnya  penelitian  secara  langsung   atau  turun  lapangan  secara  langsuang   sehingga  penulis  kurang  detail  dalam  menulis  karya  tulis ini.
Ø  Kuarang  adanya  alat – alat  yang  di  bahas  oleh  penulis  sendiri  sebab  penulis  sendiri  tidak  menemukan  alat  tersebut  sehingga  masih  menjadi  angan – angan   bagi  penulis  sendiri.     



REFERENSI

[1] Ship Hydrodynamics, Lecture Notes of  Propulsion Part.
[2]  Buletin IMarE Edisi ke-38, Juli 2008, hal.4-5 (Sumber: MER, Edisi April 2008 – HR)
[3]   National Maritime Research Institute, Science of Ships and the Sea vol.4, 2004, p.42-45.

[6]   Naoki Ueda ; Hajime Numaguchi, (2005 AP4): The First Hybrid CRP-POD Driven  Fast ROPAX Ferry in the World. 

Sabtu, 16 November 2013


Bab 1: pedahuluan

1.1 latar belakang :

Membahas tentang vektor dalam suatu system-syistem di kapal akan lebih baiknya atau lebih afdolnya kita mengetahui terlebih dahulu  apa itu vektor. Vektor adalah besaran yang memiliki nilai dan arah. sedangkan pengrtian vektor posisi adalah vektor yang di gunakan untuk menyatakan posisi partikel untuk gerak benda pada suatu bidang. Vektor posisi dinyatakan dalam vektor-vektor satuan i dan j sebagai :r=xi+xj

1.2 permasalahan :

Dari penjelasan di atas letar belakang permasalahan dalam suatu karya tulis ini adalah bagaimana menjelaskan dan memberitahukan penerapan vektor dalam kapal kepada pembaca secara informatif dan tepat agar pembaca memahami penerapan vektor pada sistem-sistem di kapal.

1.3 Tujuan penulis :

Tujuan dari karya tulis ini adalah untuk memberikan informasi kepada kita semua tentang penerapan vektor dalam sistem-sistem di kapal serta memperdalam pengetahuan kita mengenai besaran-besaran vektor.

1.4 batasan masalah :

Batasan-batasan masalah yang ada pada karya tulis ini mencakup pada penerapan besaran-besaran vektor pada kapal, khususnya pada proses perancangan-perancangan kapal dan sistem navigasi kapal.

 



Bab 2 : pembhasan
(1). Pengertian Vektor :

            Vektor adalah besaran yang mempunyai nilai dan arah. Contoh sebuah kapal bergerak dengan kecepatan sebesar 20 knot pada arah 30 derajat dari suatu pelabuhan. Dari pernyataan di atas dapat dipahami bahwa kapal tersebut bergerak dengan kecepatan 20 knot yang merupakan besaran, selain itu dijelaskan juga arah yang ditempuh, yaitu 30 derajat dari pelabuhan.

Untuk menyatakan suatu vektor dapat dilakukan pada bidang datar atau bidang koordinat Cartesius XOY dengan menggambar ruas garis dengan anak panah di salah satu ujungnya. Panjang ruas garis mewakili besar (panjang) vektor dan anak panah mewakili arah vektor. Vektor disimbolkan dengan huruf tebal atau dengan huruf yang digaris bawahi.
Macam-macam vektor:
1.     Vektor Satuan    : Vektor yang memiliki arah, meskipun hanya bernilai satu.
2.     Vektor Nol         : Vektor yang titik awal dan akhirnya sama.
3.     Vektor Negatif   : Negatif sebagai penunjuk arahnya.
4.     Vektor Posisi      : Vektor yang menempati posisi pada bidang kartesius.
5.     Vektor Ortogonal: Vektor basis pada dimensi tiga.
6.     Vektor Basis       : Vektor yang menempati suatu kartesius.
7.     Vektor Resultan : Vektor yang menjadi hasil dari semua vektor.
           
Vektor satuan sangat penting untuk kehidupan sehari-hari terutama dalam pengaplikasian kapal. Dalam postingan kali ini, kami akan mencoba untuk membahas tentang penerapan vektor satuan dalam kehidupan sehari-hari dan pengaplikasian kapal.
            Untuk lebih mengetahui apa itu vektor satuan lebih dahulu kami akan membahas tentang pengertian vektor satuan.
Vektor satuan :
adalah suatu vektor yang ternormalisasi, yang berarti panjangnya bernilai 1.
            Dalam dunia manusia ini, memang tidak serta merta kita dapat melihat fungsi dari vektor tersebut. Namun, fungsi itu ada dan itulah sebabnya mata pelajaran ini tetap dipelajari.

            Dalam fisika dikenal ada 2 macam besaran fisika yaitu besaran pokok dan besaran turunan. Dalam fisika besaran juga dibedakan menjadi dua yaitu Besaran vektor dan besaran skalar. Besaran seperti suhu, massa, panjang, kelajuan dan waktu merupakan besaran skalar, sedangkan besaran kecepatan, percepatan, grafitasi dan perpindahan merupakan besaran vektor.
Besaran skalar adalah besaran yang hanya memiliki nilai atau besar saja. Sedangkan besaran vektor adalah besaran yang memiliki nilai dan arah.
Untukmenuliskan besaran vektor dapat digunakan aturan tertentu
PENGGAMBARAN DAN PENULISAN VEKTOR
Vektor dapat dikenal melalui gambar dan cara penulisannya. Vektor digambarkan dengandengan anak panah seperti gambar di bawah ini :

Anak panah terdiri pangkal ( A ) dan ujung ( B ). Besarnya vektor F dinyatakan oleh panjang anak panah yaitu  30 cm, Sedangkan arah vektor adalah dari A ke B, yaitu Q derajat.
Lambang vektor ditunjukkan oleh satu huruf yang dicetak tebal misalnya F , jika kita menuliskan dengan tangan , vektor dinyatakan dengan satu huruf besar yang dilengkapi anak panah dalam tanda mutlak yaitu | F | .
Untuk panjang vektor digunakan huruf tanpa anak panah dan tidak dicetak tebal misalnya F atau dengan atau huruf dengan anak panah dalam tanda mutlak .
Vektor  A dan B adalah dua vektor yang sama – sama mempunyai kordinat titik dan panjang yang sama, tetapi berbeda karena memiliki arah yang berbeda.

Vektor A dan vektor B adalah dua vektor yang sama – sama mempunyai koordinat titik dan panjang yang sama, tetapi berbeda karena memiliki arah yang berbeda.
Sekarang perhatikan vektor – vektor A, B, C, D, E, F, G, H DAN I pada gambar di bawah. setiap titik asal dan titik ujujng vektor – vektor tersebut mempunyai koordinat yang berbeda tetapi panjang dan arahnya sama. Vektor – vektor semacam ini disebut vektor – vektor yang ekivalen.
Jadi, berdasarkan definisi vektor ekivalen Anda dapat menampilkan suatu vektor dalam bentuk vektor lain dengan cara menggeser posisi vektor lain tanpa mengubah besar dan arahnya. Misalkan jika kita menggeser pangkal vektor A tanpa mengubah besar dan arahnya maka akan diperoleh vektor – vektor B, C, D, E, F, G, H dan I
Untuk menentukan panjang suatu vektor kita dapat menggambarkan vektor tersebut dalam koordinat kartesius seperti gambar di bawah. Misal titik R merupakan titik ujung vektor E, dengan koordinat (a,b), sedadngkan titik awal vektor adalah (0,0). Nilai a dan b disebut sebagai komponen vektor E. Jika panjang vektor E, kita nyatakan dengan E, panjang vektor E, dapat ditentukan dengan teorema phytagoras

Panjang vektor ditulis dalam harga mutlak karena merupakan besaran skalar yang nilainya selalu positip meskipun vektor mengarah pada sumbu -x dan sumbu -y negatip.

RESULTAN VEKTOR

Sebuah besaran vector memiliki kesamaan dengan besaran scalar yaitu dapat dijumlahkan, dikurangkan atau dikalikan .

Perhatikan gambar di bawah ini :

Misal seorang siswa dari titik O bergerak 4 meter ke timir menuju titik Q, selanjutnya bergerak ke utara 3 meter menuju titik P. Jika perpindahan pertama kita lambangkan dengan vector A dan perpindahan ke dua dengan vector B, maka perpindahan total dilambangkan dengan vector C, yaitu vector yang berpangkal pada titik O, dan berujung di titik P. Vektor C dinamakan vector resultan atau vector penjumlahan dari dua vector yaitu vector A dan vector B atau dapat ditulis :

C = A + B

Pada gambar di atas, panang vector A = 4 m dan panjang vector B = 3 m.  Apakah panjang vector C = 4m + 3m ?. Ternyata tidak!. Vektor C merupakan sisi miring dari segitiga siku – siku OPQ, yang sesuai dengan dalil pithagoras yaitu panjang C :

KOMPONEN SUBUAH VEKTOR

Bagaimana sebua vector dibentuk oleh dua vector lain yang saling tegak lurus ?. Vektor – vector yang saling tegak lurus merupakan vector – vector yang dijumlahkan disebut komponen vector.

Perhatikan gambar di atas, Vektor V merupakan penjumlahan dari vector Vx dan Vy dikatakan bahwa vector Vx dan vector Vy merupakan komponen tegak lurus dari vector V, karena sudut yang dibentuk oleh vector V dengan sumbu X sama dengan q maka besarnya Vxd an Vy dapat dihitung dengan rumus :

Vx = V cos q
Vy = V sin q
 (2)Penerapan vektor dalam kapal:

Sebuah kapal di tengah  laut dapat berlayar dengan bantuan navigasiSeorang navigator dapat menentukan posisi kapal tersebut dengan bantuan peta dan kompas, informasi kapal tersebut biasanya dinyatakan dalam vektor. Kenapa dinyatakan dengan vektor . Tujuannya adalah agar kapal tidak tersesat manakala kapal tidak ketemu daratan atau landmark untuk dijadikan acuan.

Sarana transportasi darat, laut, maupun udara masing-masing memiliki peluang yang sama untuk terjadinya kecelakaan. Apabila kecelakaan terjadi di tengah lautan lepas tentunya kapal yang mengalami kerusakan harus dibawa ke pelabuhan terdekat untuk segera diperbaiki. Untuk menarik kapal tersebut dibutuhkan dua buah kapal dengan dilengkapi kawat baja. Agar kapal dapat sampai ke pelabuhan yang dituju dan posisi kapal selama perjalanan tetap stabil besar gaya yang dibutuhkan oleh masing-masing kapal penarik dan sudut yang di bentuk oleh kawat baja harus diperhitungkan dengan cermat.

.   Saat perahu menyebrangi sungai, makan kecepatan perahu yang sebenarnya merupakan kecepatan gerak perahu dan kecepatan air.


Ketika kita menyatakan sebuah kapal bergerak dengan kecepatan 100 km/jam, maka akan muncul suatu pertanyaan "Ke Arah Mana kapal Itu Bergerak"? Apakah bergerak 100 km/jam ke timur, 100km/jam ke utara, dan lain sebagainya. Kecepatan merupakan salah satu besaran vektor, jadi harus dinyatakan oleh nilai dan arahnya. Dengan demikian akan nampak jelas perbedaan antara besaran vektor dengan skalar.

Dalam Navigasi, vektor berpengaruh besar terhadap keberadaan suatu lokasi ditinjau dari tempat yang bergerak (kendaraan atau lainnya). Teknologi ini disebut Global Positioning System atau GPS. Dimana sistem ini memberitahukan lokasi di permukaan bumi walaupun tempatnya bergerak. Sehingga, suatu kendaraan dapat tahu keberadaannya dan dimana lokasi tujuannya. Karena itu vektor sangat berperan penting dalam Navigasi contohnya vector yang digunakan untuk Sistem Navigasi Pesawat Terbang. Semua pesawat terbang dilengkapi dengan sistem navigasi agar pesawat tidak tersesat dalam melakukan penerbangan. Panel-panel instrument navigasi pada kokpit pesawat memberikan berbagai informasi untuk sistem navigasi mulai dari informasi tentang arah dan ketinggian pesawat. Pengecekan terhadap instrument sistem navigasi harus seteliti dan seketat mungkin. Sebagai contoh kejadian yang menimpa pesawat Adam Air pada bulan pebruari 2006 sewaktu menjalani penerbangan dari bandara Soekarno Hatta menuju bandara Hasanudin di Makasar. Ketidaktelitian pihak otoritas penerbangan yang mengijinkan pesawat Adam Air terbang dengan sistem navigasi yang tidak berfungsi menyebabkan Pesawat Adam Air berputar-putar di udara tanpa tahu arah selama tiga jam, sebelum mendarat darurat di bandara El Tari Nusa Tenggara Timur. Kesalahan akibat tidak berfungsinya system navigasi adalah kesalahan yang fatal dalam dunia penerbangan. Sanksi yang diberikan adalah dicabutnya ijin operasi bagi maskapai penerbangan yang melanggar. Vektor menyatakan arah dan besar suatu besaran. Jurusan tiga angka, Analisi ruang, Navigasi penerbangan dan pelayaran selalu menggunakan vektor untuk keperluan itu. Peralatan navigasi membutuhkan perhitungan vektoris yang sudah dikalibrasikan dengan alat ukur sehingga menghasilkan keluaran manual atau digital. Keluaran itu dapat dibaca pada pada alat ukur yang menera besar dan arah secara bersamaan, sehingga bermanfaat bagi orang yang memantaunya.

Radar merupakan aplikasi Vektor dan Teknologi

 DI TERBITKAN OLEH : Budi.riyanto       universitas pattimura teknik sistem perkapalan 2013